Edukasi

Monitoring Suhu Bearing Turbin, Generator, dan Oli Pelumas di Pembangkit Listrik

AAndreas Budi Ekayana Oktober 16, 2026 2 menit baca 20 kali dibaca
Monitoring Suhu Bearing Turbin, Generator, dan Oli Pelumas di Pembangkit Listrik

Turbin dan generator adalah peralatan paling mahal di sebuah pembangkit listrik. Keduanya berputar ribuan kali per menit selama berbulan-bulan tanpa berhenti, ditopang oleh bearing yang hanya dipisahkan lapisan tipis oli dari poros. Ketika lapisan oli itu terganggu, temperatur bearing naik dalam hitungan menit, dan kerusakan yang terjadi bisa membuat unit berhenti selama berminggu-minggu.

Karena itu, hampir setiap bearing turbin dan generator dilengkapi sensor temperatur. Sensor biasanya ditanam di logam bantalan (babbitt) atau dipasang dekat permukaan bantalan, sehingga kenaikan panas akibat gesekan langsung terbaca. RTD Pt100 menjadi pilihan umum di sini karena presisinya tinggi pada rentang temperatur bearing dan pembacaannya stabil dalam jangka panjang. Untuk bearing yang penting, sensor sering dipasang ganda agar satu sensor rusak tidak menghilangkan proteksi.

Data temperatur bearing umumnya dipakai dalam dua tingkat. Pada batas pertama, sistem memberi alarm agar operator memeriksa kondisi pelumasan dan beban. Pada batas yang lebih tinggi, sistem proteksi dapat menghentikan unit secara otomatis sebelum bearing rusak. Karena keputusan trip bergantung pada sensor ini, keakuratan dan keandalan pembacaan menjadi sangat penting.

Generator punya titik ukur tambahan di belitan stator. Sensor yang tertanam di antara belitan memantau panas yang timbul dari arus listrik, sementara sistem pendingin generator, baik menggunakan udara, hidrogen, maupun air, juga dipantau temperatur masuk dan keluarnya. Belitan yang terlalu panas dalam waktu lama akan mempercepat penuaan insulasi.

Oli pelumas adalah penghubung antara bearing dan sistem pendinginnya. Oli dipompa dari tangki, melewati cooler, lalu dialirkan ke bearing. Sensor di tangki, setelah cooler, dan di jalur drain dari tiap bearing menunjukkan apakah oli mendinginkan dengan baik. Kenaikan temperatur drain pada satu bearing saja, sementara bearing lain normal, biasanya menjadi petunjuk awal masalah di bearing tersebut.

Prinsip yang sama berlaku di PLTA, pembangkit gas, maupun pembangkit biomassa. Bearing pompa air umpan, fan besar, dan motor berdaya tinggi juga layak dipantau dengan cara serupa, karena kegagalannya dapat memaksa unit menurunkan beban.

Sinyal dari sensor bearing biasanya dikirim ke DCS atau sistem proteksi turbin. Temperature transmitter dengan output 4–20 mA membantu menjaga sinyal tetap stabil di lingkungan yang penuh medan listrik, terutama di sekitar generator.

CV. Rach Tekindo Makmur menyediakan Temperature Sensor & Temperature Transmitter untuk berbagai kebutuhan instrumentasi industri. Jika Anda membutuhkan sensor, transmitter, maupun konsultasi konfigurasi dan pemasangan untuk sistem temperatur, hubungi WhatsApp 0877-8620-5656 untuk mendiskusikan kebutuhan teknis dan meminta penawaran sesuai aplikasi yang diperlukan.

Butuh konsultasi instrumen?

Tim kami siap membantu memilih produk yang tepat untuk kebutuhan Anda.

Hubungi via WhatsApp

Telah dibaca 20 kali.

Artikel Terkait

Link disalin