Mengapa Electromagnetic Flow Meter Tidak Bisa Digunakan untuk Solar, Oli, LPG, dan Gas?

Admin
1 minggu yang lalu
Mengapa Electromagnetic Flow Meter Tidak Bisa Digunakan untuk Solar, Oli, LPG, dan Gas?

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan sebelum membeli Electromagnetic Flow Meter adalah apakah alat ini dapat digunakan untuk mengukur solar, oli, bensin, LPG, LNG, maupun gas. Jawabannya adalah tidak. Meskipun Electromagnetic Flow Meter dikenal sebagai salah satu flow meter paling akurat di industri, teknologi ini hanya dapat digunakan untuk cairan yang memiliki konduktivitas listrik (conductive liquids).

Prinsip kerja Electromagnetic Flow Meter didasarkan pada Hukum Induksi Elektromagnetik Faraday. Ketika cairan konduktif mengalir melewati medan magnet yang dihasilkan sensor, akan terbentuk tegangan listrik yang besarnya sebanding dengan kecepatan aliran. Tegangan inilah yang kemudian dihitung menjadi nilai flow rate dan total volume aliran.

Agar proses tersebut dapat terjadi, media harus memiliki konduktivitas listrik minimum, biasanya sekitar 5 µS/cm atau lebih, tergantung spesifikasi masing-masing produsen. Karena itu, cairan seperti air, air limbah, slurry, larutan kimia, asam, alkali, serta berbagai cairan berbasis air dapat diukur dengan sangat baik menggunakan Electromagnetic Flow Meter.

Sebaliknya, media seperti solar, bensin, oli pelumas, minyak nabati murni, LPG, LNG, udara, maupun gas alam memiliki konduktivitas listrik yang sangat rendah atau bahkan tidak memiliki konduktivitas sama sekali. Akibatnya, tidak terbentuk tegangan induksi sehingga sensor tidak dapat membaca aliran fluida tersebut.

Lalu flow meter apa yang cocok untuk media non-konduktif?

Untuk solar, bensin, kerosin, dan berbagai jenis bahan bakar cair, umumnya digunakan Turbine Flow Meter atau Positive Displacement Flow Meter. Sementara untuk aplikasi gas, pilihan yang lebih sesuai antara lain Thermal Mass Flow Meter, Vortex Flow Meter, atau Coriolis Mass Flow Meter, tergantung karakteristik proses dan tingkat akurasi yang dibutuhkan.

Kesalahan memilih jenis flow meter sering kali menyebabkan hasil pengukuran tidak akurat, bahkan alat sama sekali tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, sebelum membeli Flow Meter, pastikan Anda mengetahui jenis media, konduktivitas, temperatur, tekanan kerja, viskositas, serta kebutuhan sistem kontrol agar instrumen yang dipilih benar-benar sesuai dengan aplikasi.

CV. Rach Tekindo Makmur menyediakan berbagai jenis Flow Meter untuk kebutuhan industri, mulai dari Electromagnetic Flow Meter, Turbine Flow Meter, Vortex Flow Meter, Ultrasonic Flow Meter, hingga Positive Displacement Flow Meter. Tim engineering kami siap membantu memilih jenis flow meter yang paling sesuai berdasarkan karakteristik media dan kebutuhan proses industri Anda. Hubungi kami melalui WhatsApp 0877-8620-5656 untuk konsultasi teknis dan penawaran harga terbaik.

Telah dibaca 16 kali.

Blog Terkait

blog-img
Cara Memilih Electromagnetic Flow Meter yang Tepat untuk Air, Limbah, Slurry, dan Bahan Kimia

Oleh Admin

Selengkapnya
blog-img
Electromagnetic Flow Meter vs Turbine Flow Meter, Mana yang Lebih Tepat untuk Aplikasi Industri?

Oleh Admin

Selengkapnya
blog-img
Mengapa Electromagnetic Flow Meter Menjadi Pilihan Terbaik untuk Pengukuran Cairan Konduktif?

Oleh Admin

Selengkapnya